Prosedur Ketika Melakukan Foto Rontgen

Rontgen merupakan salah satu bentuk pemeriksaan medis yang memakai radiasi dari gelombang elektromagnetik agar bisa memperoleh gambaran pada tubuh seseorang. Gambaran untuk benda padat berupa besi dan tulang akan memiliki indikasi warna putih, dan udara yang ada pada paru-paru dengan warna hitam, gambaran otot dan lemak memiliki warna abu-abu.

Dari beberapa jenis dari foto rontgen, memakai zat pewarna yang disuntikkan atau diminum agar dapat menghasilkan sebuah gambaran yang jauh lebih jelas.

Prosedur Ketika Melakukan Foto Rontgen

Indikasi Media yang Membutuhkan Foto Rontgen

Tindakan rontgen diterapkan untuk bisa mendeteksi kondisi sendi dan kelainan tulang seperti patah tulang, gangguan pencernaan, infeksi, tumor payudara, dan pembengkakan jantung.Tidak hanya itu, rontgen juga dapat dilakukan untuk memantau perkembangan sebuah penyakit, memantau perkembangan dari pengobatan yang baru saja dilakukan, hingga dijadikan sebagai acuan pelaksanaan prosedur tertentu, misalnya pemasangan ring di jantung.

Walaupun efek samping yang dihasilkan oleh tindakan rontgen terbilang kecil, melakukan foto rontgen pada ibu hamil tidak direkomendasikan, kecuali dalam kondisi darurat. Melakukan rontgen untuk ibu hamil menimbulkan dampak dari paparan radiasi yang ditimbulkan bisa menyebabkan gangguan terhadap perkembangan janin.

Untuk hal ini, Anda harus konsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum melakukan tindakan foto rontgen agar mengetahui dampak yang bisa ditimbulkan dari tindakan tersebut. Selain itu Anda juga harus mengetahui prosedur dalam melaksanakan foto rontgen berikut ini.


1. Sebelum Melakukan Rontgen

Bisa dikatakan tak ada persiapan khusus jika ingin melakukan foto rontgen. Apabila memakai zat kontras, Anda akan disarankan untuk melakukan puasa dan menghentikan asupan obat-obatan. Bukan hanya itu, Anda akan diminta melepaskan seluruh aksesoris atau perhiasan yang bermaterial logam sebab kehadirannya bisa menghalangi gambar yang ada.

Gunakanlah pakaian atau baju yang nyaman serta mudah untuk dibuka ketika melakukan pemeriksaan, atau menggunakan pakaian khusus yang memang sudah disediakan oleh rumah sakit.


2. Prosedur Melakukan Rontgen

Ketika melaksanakan foto rontgen, Anda diminta berdiri atau berbaring,  termasuk mengikuti seluruh instruksi dari dokter untuk bergerak ke berbagai posisi agar memudahkan dalam pengambilan gambar. Menahan napas dan tidak bergerak selama menjalankan pemeriksaan supaya gambar yang dihasilkan tidak blur atau jelas, kecuali jika diminta untuk merubah posisi.

Ketika dilakukan pemeriksaan, Anda sama sekali tidak akan merasakan hal apapun, lain halnya pada orang yang mengalami patah tulang dan akan merasa nyeri ketika melakukan perubahan posisi. Foto rontgen sendiri tidak berlangsung lama hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.


3. Sesudah Melakukan Rontgen

Anda dapat pulang dan bisa kembali melanjutkan aktivitas sesudah melakukan pemeriksaan. Jika memakai zat kontras, disarankan mengkonsumsi air putih yang banyak agar membantunya untuk membuang zat kontras tersebut dari tubuh.  Untuk hasil pemeriksaan nantinya akan dipelajari oleh pihak radiologi, namun gambar rontgen akan dicetak langsung dan diberikan kepada Anda.

Prosedur melakukan foto rontgen sangat perlu untuk diketahui semua orang, Rontgen termasuk salah satu faskes atau fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh sebuah rumah sakit untuk menunjang berbagai kebutuhan dan keperluan tindakan medis supaya dapat mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para pekerja kesehatan yang ada di rumah sakit.

Deskripsi : Foto rontgen tentu sudah tidak terlalu asing di telinga masyarakat, namun sebagian dari Anda yang belum mengetahui hal tersebut tentu harus memahami lebih dalam mengenai prosedur dalam melakukan foto rontgen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan untuk Membeli Jersey Bali United

Resep Ramuan Alami Untuk Mengobati Flu Tulang

Manfaat Salak Untuk Mengatasi Morning Sickness